Jangan Salah, Ini Perbedaan Diet Keto dan DEBM

14 Likes
perbedaan diet keto dan debm

Diet adalah salah satu cara yang sering dilakukan oleh orang-orang untuk mendapatkan badan sehat dan berat ideal. Ada banyak jenis diet yang bisa dicoba, mulai dari metode sederhana hingga metode diet yang cukup rumit. Saat ini, metode diet keto dan DEBM banyak diterapkan oleh orang-orang karena terbukti mudah dan cepat dalam menurunkan berat badan. Sayangnya, banyak orang yang belum memahami perbedaan diet keto dan DEBM. Pada prinsipnya, kedua jenis diet ini merupakan diet rendah karbohidrat tinggi lemak yang mengharuskan untuk mengurangi asupan karbohidrat. Diet keto dan DEBM seringkali disalah pahami karena keduanya menggunakan konsep yang mirip. Faktanya, keto dan DEBM memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Berikut perbedaan diet keto dan DEBM yang perlu Anda ketahui.

Poin Kunci:

  • Perbedaan asupan karbohidrat antara diet keto dan DEBM
  • Perbedaan asupan protein antara diet keto dan DEBM
  • Perbedaan jadwal sarapan antara diet keto dan DEBM
  • Perbedaan buah-buahan yang dapat dikonsumsi dalam diet keto dan DEBM
  • Keuntungan dan kerugian dari diet keto dan DEBM

Perbedaan Asupan Karbohidrat

Meski sama-sama menggunakan prinsip diet rendah karbohidrat, diet keto dan DEBM memiliki perbedaan dalam asupan karbohidrat. Diet keto menerapkan aturan yang ketat untuk mengurangi atau menghindari semua jenis makanan yang mengandung karbohidrat, termasuk sayuran dengan kandungan karbohidrat dan makanan serta minuman dengan kandungan gula tinggi. Sementara itu, diet DEBM memperbolehkan asupan karbohidrat dalam jumlah terbatas.

Pada diet keto, karbohidrat sangat dibatasi dan digantikan oleh sumber lemak sebagai sumber energi utama. Misalnya, nasi digantikan dengan sayuran yang mengandung karbohidrat seperti wortel dan buncis. Diet keto mengharuskan tubuh untuk mencapai keadaan ketosis, di mana tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama.

Sementara itu, pada diet DEBM, asupan karbohidrat masih diperbolehkan dalam jumlah tertentu. Meskipun dalam jumlah yang sedikit, tubuh tetap mendapatkan asupan karbohidrat. Diet DEBM lebih fleksibel dan memperbolehkan konsumsi sumber karbohidrat seperti nasi, roti, dan biji-bijian lainnya. Jumlah karbohidrat dan waktu konsumsinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing individu.

Jadi, perbedaan utama dalam asupan karbohidrat antara diet keto dan DEBM adalah pada aturan ketat pengurangan karbohidrat dalam diet keto, sedangkan diet DEBM tetap memperbolehkan asupan karbohidrat dalam jumlah terbatas.

Diet Keto Diet DEBM
Asupan Karbohidrat Dibatasi, menghindari semua jenis makanan karbohidrat termasuk sayuran dengan kandungan karbohidrat dan makanan serta minuman dengan kandungan gula tinggi. Diperbolehkan dalam jumlah terbatas, lebih fleksibel dan memperbolehkan konsumsi sumber karbohidrat seperti nasi, roti, dan biji-bijian lainnya.
Ketosis Mencapai keadaan ketosis, di mana tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama. Tidak mencapai keadaan ketosis, tubuh masih mendapatkan asupan karbohidrat.

Perbedaan Asupan Protein dalam Diet Keto dan DEBM

Pada metode diet keto dan DEBM, asupan protein memiliki perbedaan yang signifikan. Diet keto, yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat, menetapkan porsi asupan protein yang sedang. Dalam diet keto, konsentrasi utama adalah mengonsumsi lemak sebagai sumber energi utama tubuh, sedangkan protein dianggap sebagai pengganti karbohidrat. Makanan dengan kandungan lemak tinggi, seperti daging, keju, dan telur, sering menjadi pilihan pada diet keto. Pada sisi lain, diet DEBM merekomendasikan asupan protein yang lebih banyak dibandingkan diet keto. Protein yang tinggi menjadi kunci dalam diet DEBM, karena dapat membantu memelihara massa otot dan mempercepat proses pembakaran lemak.

Perbedaan dalam asupan protein pada diet keto dan DEBM mempengaruhi proporsi nutrisi keseluruhan yang dikonsumsi oleh tubuh. Diet keto lebih fokus pada asupan lemak yang tinggi, sedangkan diet DEBM lebih memperhatikan keseimbangan antara protein dan lemak. Ketika menjalani diet keto, penting untuk tetap memperhatikan jumlah protein yang dikonsumsi agar tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi. Sedangkan dalam diet DEBM, asupan protein yang lebih tinggi membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan.

“Dalam diet keto, protein dianggap sebagai pengganti karbohidrat, sedangkan dalam diet DEBM, protein tinggi membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan menjaga massa otot.”

Perbandingan Asupan Lemak dan Protein dalam Diet Keto dan DEBM

Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, berikut adalah perbandingan proporsi asupan lemak dan protein dalam diet keto dan DEBM:

Diet Keto Diet DEBM
Asupan Lemak 70-80% dari total kalori 30-40% dari total kalori
Asupan Protein 10-20% dari total kalori 30-40% dari total kalori

Tabel di atas menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam proporsi asupan lemak dan protein dalam diet keto dan DEBM. Pada diet keto, asupan lemak jauh lebih tinggi daripada protein, sedangkan pada diet DEBM, protein memiliki peran yang lebih penting dan seimbang dengan asupan lemak. Mengingat perbedaan ini, penting untuk memahami dan memilih diet yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pribadi. Menyesuaikan asupan protein dengan metode diet yang dipilih dapat membantu mencapai hasil yang diinginkan dan menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh.

Perbedaan Jadwal Sarapan

Biasanya, diet sehat menganjurkan untuk tidak melewatkan sarapan di pagi hari. Hal ini dikarenakan sarapan sebagai pengisi energi untuk beraktivitas selama seharian. Namun, diet keto justru menetapkan aturan sebaliknya. Metode diet keto tidak memiliki jadwal sarapan, bahkan lebih menganjurkan untuk tidak melakukan sarapan. Sebagai gantinya, diet keto menganjurkan untuk makan pada saat siang hari. Berbeda dengan diet keto, diet DEBM justru mewajibkan untuk tidak melewatkan sarapan di pagi hari. Bahkan metode diet DEBM menyarankan untuk segera sarapan setelah bangun tidur.

Dalam diet keto, memulai hari tanpa sarapan memiliki tujuan untuk mempertahankan tubuh dalam keadaan lemas, yang disebut juga dengan istilah “puasa sarapan”. Dengan tidak mengonsumsi makanan di pagi hari, tubuh akan secara otomatis mengubah sumber energi dari karbohidrat menjadi lemak, sehingga membantu dalam proses pembakaran lemak dan penurunan berat badan.

“Sarapan bukanlah makanan yang wajib dan tidak ada aturan yang mengharuskan kita untuk sarapan. Tubuh kita telah dirancang untuk dapat bertahan tanpa makanan selama beberapa waktu. Jadi, jangan khawatir jika Anda memilih untuk tidak sarapan dalam diet keto.”

– Ahli Nutrisi

Sementara itu, diet DEBM menganggap sarapan sebagai waktu yang penting untuk mengisi ulang energi setelah tidur malam. Dengan sarapan yang kaya protein dan serat, tubuh akan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk memulai hari dengan energi yang cukup. Jadwal sarapan yang dianjurkan dalam diet DEBM adalah segera setelah bangun tidur, agar tubuh dapat memperoleh energi yang dibutuhkan secara optimal.

Diet Keto Diet DEBM
Waktu Sarapan Tidak sarapan Segera setelah bangun tidur
Tujuan Puasa sarapan untuk mempertahankan tubuh dalam keadaan lemas dan membantu proses pembakaran lemak Mengisi ulang energi setelah tidur malam dan memulai hari dengan cukup energi

Jadi, perbedaan jadwal sarapan antara diet keto dan DEBM sangat mencolok. Diet keto menganjurkan untuk tidak sarapan dan lebih fokus pada makan pada siang hari, sementara diet DEBM mewajibkan sarapan segera setelah bangun tidur untuk memulai hari dengan cukup energi.

Perbedaan Buah-buahan yang Dapat Dikonsumsi

Jenis buah-buahan yang dapat dikonsumsi berbeda antara diet keto dan DEBM. Pada diet keto, terdapat pembatasan dalam asupan buah-buahan. Buah-buahan yang dianjurkan untuk dikonsumsi dalam diet keto adalah buah alpukat, semangka, strawberry, lemon, tomat, raspberi, buah persik, blewah, dan belimbing. Pembatasan ini dikarenakan buah-buahan tersebut memiliki kandungan karbohidrat yang rendah dan lebih sesuai dengan prinsip diet keto yang rendah karbohidrat.

Sementara itu, pada diet DEBM, hanya ada satu jenis buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi, yaitu buah alpukat. Hal ini karena buah alpukat memiliki kandungan lemak yang tinggi dan rendah karbohidrat, sehingga sesuai dengan prinsip diet DEBM yang juga mengutamakan asupan lemak tinggi.

Perlu diingat bahwa dalam kedua jenis diet ini, konsumsi buah-buahan dibatasi agar tidak melampaui batas asupan karbohidrat yang ditetapkan. Dalam diet keto, pembatasan tersebut lebih ketat dibandingkan dengan diet DEBM. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jenis buah-buahan yang diperbolehkan dan membatasi jumlah konsumsinya sesuai dengan aturan diet yang sedang diikuti.

Diet Keto Diet DEBM
Alpukat Alpukat
Semangka
Strawberry
Lemon
Tomat
Raspberi
Buah Persik
Blewah
Belimbing

Perbedaan Jenis Camilan yang Dapat Dikonsumsi

Banyak yang beranggapan jika diet berarti ‘mengharamkan’ camilan alias tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi camilan. Faktanya, mengkonsumsi camilan tetap diperbolehkan asalkan camilan tersebut merupakan camilan sehat. Baik diet keto maupun diet DEBM, keduanya memiliki aturan jam makannya masing-masing. Sembari menunggu jam makan tersebut, terkadang rasa lapar mulai melanda. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengkonsumsi ‘camilan’ lain seperti makanan atau minuman.

Pada metode diet keto, pengganjal perut yang disarankan adalah camilan dengan kandungan protein sedang, madu, dan teh hijau. Sedangkan diet DEBM menyarankan untuk mengkonsumsi camilan dengan asupan protein tinggi dan air putih.

Pengganjal Perut dalam Diet Keto

Untuk mengganjal perut saat menjalani diet keto, Anda bisa memilih camilan yang mengandung protein sedang dan rendah karbohidrat. Beberapa pilihan camilan yang cocok untuk diet keto antara lain:

  • Almond dan kacang macadamia.
  • Keju rendah lemak atau keju cottage.
  • Jerky daging rendah lemak.
  • Yogurt atau kefir rendah lemak.

Pengganjal Perut dalam Diet DEBM

Untuk mengganjal perut saat menjalani diet DEBM, Anda bisa memilih camilan yang mengandung protein tinggi dan rendah karbohidrat. Beberapa pilihan camilan yang cocok untuk diet DEBM antara lain:

  • Alpukat dengan taburan biji chia.
  • Smoothie protein dengan whey protein dan buah-buahan rendah gula.
  • Beef jerky atau telur rebus.
  • Shake protein dengan air putih atau susu rendah lemak.
Jenis Camilan Diet Keto Diet DEBM
Almond dan kacang macadamia Disarankan Tidak disarankan
Keju rendah lemak atau keju cottage Disarankan Tidak disarankan
Jerky daging rendah lemak Disarankan Tidak disarankan
Yogurt atau kefir rendah lemak Disarankan Tidak disarankan
Alpukat dengan taburan biji chia Tidak disarankan Disarankan
Smoothie protein dengan whey protein dan buah-buahan rendah gula Tidak disarankan Disarankan
Beef jerky atau telur rebus Tidak disarankan Disarankan
Shake protein dengan air putih atau susu rendah lemak Tidak disarankan Disarankan

Perbedaan jenis camilan dalam diet keto dan DEBM sangatlah signifikan. Penting untuk memilih camilan yang sesuai dengan metode diet yang Anda pilih, sehingga tetap dapat menikmati camilan sehat tanpa melanggar aturan diet yang sedang Anda jalani.

Keuntungan dan Kerugian Diet Keto dan DEBM

Sekarang, mari kita bahas keuntungan dan kerugian dari kedua jenis diet ini. Diet keto memiliki beberapa keuntungan yang menarik. Pertama-tama, diet keto terkenal karena mampu mempromosikan penurunan berat badan yang cepat dan efektif. Dengan mengurangi asupan karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak, tubuh memasuki keadaan ketosis di mana lemak menjadi sumber utama energi. Selain itu, diet keto juga dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi dan fokus yang lebih baik. Dengan menjaga kadar gula darah stabil, otak mendapatkan pasokan energi yang konsisten.

Namun, diet keto juga memiliki beberapa kerugian yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah pembatasan dalam asupan buah dan sayur. Karena kandungan karbohidrat yang tinggi, beberapa buah dan sayur tidak dianjurkan dalam diet keto. Hal ini bisa menyebabkan kekurangan serat, vitamin, dan mineral penting dari makanan tersebut. Selain itu, beberapa orang juga mengalami keto flu saat memulai diet keto. Gejala yang umum termasuk kelelahan, pusing, dan perubahan suasana hati. Meski gejalanya hanya sementara, ini dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang.

Sementara itu, diet DEBM memiliki keuntungan yang berbeda. Metode ini memungkinkan konsumsi protein sebanyak yang diinginkan. Protein merupakan nutrisi penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Selain itu, diet DEBM juga dianggap mudah diikuti dan menyenangkan. Dengan memperhatikan pola makan yang seimbang, Anda tetap bisa menikmati hidangan yang lezat dan bergizi.

Namun, diet DEBM juga memiliki beberapa kerugian. Misalnya, diet DEBM mewajibkan Anda menghindari banyak jenis makanan karbohidrat, termasuk nasi dan roti. Ini bisa menjadi tantangan bagi mereka yang sangat menyukai karbohidrat. Selain itu, karena mengurangi variasi makanan, diet DEBM juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi tertentu jika tidak direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, pemilihan diet yang tepat harus mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pribadi, serta memperhatikan efek samping yang mungkin terjadi.

About the Author: Rekka Wicaksono

Rekka Wicaksono adalah seorang konsultan ahli gizi yang berkecimpung pada dunia diet, kalori dan nutrisi. Dia juga sering membaca jurnal terkait Nutrisi dan Dietetika. Rekka membawa keahliannya di bidang nutrisi, olahraga dan hidup sehat demi kehidupan yang lebih baik. Selain itu, dia juga sering membagikan resep diet dan makanan diet yang enak sehingga diet terasa makin mudah.

You might like